Selasa, 03 Juni 2014



Tugas Kelompok 1

DAKWAH PADA MASA RASULULLAH

Makalah ini di susun untuk melengkapi tugas matakuliah
Sejarah Dakwah


Di Susun oleh :
Agung Prasetiyo (1341010067)
Ade Fenalita ( 1341010070)
Aditiya Tri Inayati (1341010044)

Dosen Pembimbing : Dr. Abdul Syukur, M.Ag.

Jur/Smtr/Kls : Komunikasi Dan Penyiaran Islam/II/A






FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) RADEN INTAN
TAHUN 2014



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’ alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulullahi Rabbil ’ Alamin Washshalatu Wassalamu ‘ Ala Asyarafil Anbiya Wal’ ala Alihi Washahbuhi Ajma’ in, Amma Ba’ du.
Segala puji hanya milik Alloh SWT, yang telah memberi banyak karunia dan nikmat-NYA, solawat beriring salam senantiasa kita sanjungkan pada junjungan kita yakni nabibana wanabiyana Muhammad SAW, yang memberi dampak perubahan pada kemaslahatan umat Islam.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen dan teman-teman yang mendukung, mengarahkan, dan memberi motivasi hingga penulis dapat  menyelesaikan tugas mata Sejarah Dakwah dengan judul makalah Dakwah Pada Masa Rasulullah.
Demikian pengantar singkat penulis , semoga apa yang di sampaikan dalam makalah ini  bermanfaat bagi kita semua yang mempelajarinya. Amiin......
Wallahul Muwafieq Illa Aqwamith Thorieq


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Bandar Lampung 26 Maret 2014



Penulis





DAFTAR ISI

Cover ...................................................................................................................  1
Kata Pengantar ..................................................................................................  2
Daftar Isi .............................................................................................................  3
Bab I Pendahuluan
A.    Latar Belakang .........................................................................................  4
B.     Rumusan Masah .......................................................................................  5
C.     Tujuan .......................................................................................................  5
D.    Metode / Pendekatan ...............................................................................  5
Bab II Pembahasan
A.    Kondisi Masyarakat .................................................................................  6
B.     Tahap Dakwah Rosululloh .......................................................................  6
C.     Rasulullah Saw SEBAGAI Shahibudda’wah........................................... 7
D.    Analisis Sejarah ........................................................................................  11
Bab III Penutup
A.    Kesimpulan ...............................................................................................  12
B.     Saran .........................................................................................................  12
Daftar Pustaka










BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis, adalah agama dakwah.[1] Yang dimaksud agama dakwah, kata Max Muller, agama yang di dalamnya usaha menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang – orang yang belum mempercayainya di anggap sebagai tugass suci oleh pendirinya atau oleh para pengantinya. Semangat memperjuangkan kebenaran itulah yang tak kujung padam dari jiwa para penganutnya sehingga kebenaran itu terwujud dalam fikiran, kata-kata, dan perbuatan, semangat yang membuat mereka sangat tidak puas sampai berhasil menanamkan nilai kebenran itu ke dalam jiwa setiap orang, sehingga apa yang di yakini sebagai kebenaran di terima oleh seluruh manusia.[2]
Perkembangan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW melalui berbagai macam cobaan dan tantangan yang dihadap untuk menyebarkannya. Islam berkembang dengan pesat hampir semua lapisan masyarakat dipegang dan dikendalikan oleh Islam. Hal itu tentunya tidak terlepas dari para pejuang yang sangat gigih dalam mempertahankan dan juga dalam menyebarkan Islam sebagai agama Tauhid yang diridhoi. Perkembangan Islam pada zaman inilah merupakan titik tolak perubahan peradaban kearah yang lebih maju. Maka tidak heran para sejarawan mencatat bahwa Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW merupakan Islam yang luar biasa pengaruhnya. Mekkah merupakan tempat pertama yang di dakwah oleh Rasulullah. Adapun ciri-ciri masyarakat Mekkah ketika itu adalah: 
1.   Menyembah berhala.
2.  Membunuh dan berperang serta berzina selain itu mereka juga senang mengubur anak perempuan hidup-hidup karena pada masa itu melekat sebuah anggapan bahwa mempunyai anak perempuan merupakan sebuah kehinaan yang mendalam.
3.  Persaingan antara keturunan atau kaum ataupun klan-klan yang ada pada saat itu sangat berpengaruh, terutama pada kaum Quraisy dimana saat itu mereka sangat berpengaruh dan mempunyai kekusaan. Sehingga kaum Qurai sangat enggan tunduk kepada nabi Muhammad SAW yang secara garis keturunan berasal dari kaum Abdul Muthalib, karena takut akan kehilangan kekuasaan dan kedudukan.
4. Taklid kepada nenek moyang, orang-orang di Mekkah sangat kuat memegang teguh kepercayaan nenek moyang mereka. Tradisi tersebut dianggap hal yang mutlak serta membawa keberuntungan dan sangat sulit untuk ditinggalkan.
5.  Membuat ataupun memahat patung adalah salah satu sumber ekonomi masyarakat mekkah saat itu disamping berdagang.


B.       Rumusan Masalah
1.      Bagai Mana Dakwah Pada Masa Rasulullah...?
2.      Bagai Mana Kondisi Masyarakat Pada Masa Dakwah Rasulullah...?
C.      Tujuan
1.      Agar Penulis Dapat Mengetahuai Perkembangan Dakwah Pada Masa Rasululloh
2.      Untuk Mengetahui Unsur Unsur Dakwah Pada Masa Rasulullah
D.      Metode / Pendekatan
Metode penelitian ini menggunakan metode :
a.       Metode Kepustakaan  Dengan menggunakan metode ini penulis mencari bahan yang berhubungan dengan dakwah pada masa rasululloh.













BAB II
PEMBAHASAN

Dakwah pada masa Nabi Muhammad SAW (611-632 M) Dan sejak nabi muhammad SAW Ibn’Abd Allah memperoleh wahyu dari Allah SWT Melalui Malaikat Jibril itulah Nabi Muhammad SAW mengemban risalah Islam yang harus disampaikan pada dirinya sendiri, lalu keluarganya, kerabat dekatnya, kelompok dan masyarakat luas di Mekkah hingga beliau pengikutnya hijrah ke Madinah. Ini menunjukkan bahwa sejak awal lahir sebagai agama dakwah, baik dalam tataran teoritis ataupun praktis. Nabi Muhammad SAW sendiri bertindak sebagai juru dakwah (pemimpin dakwah islam) yang di tugasi menyebarkan risalah Islam kepada masyarakat Mekkah dan Madinah (Arab) pada Masa itu[3].
A.      Kondisi Mayarakat Arab
Kondisi sosial sasaran dakwah dalam masyarakat Arab sat itu antara lain :
·         Masyarakat menganut agama paganisme, Yahudi, Nasrani yang sudah tergolong sebagai kaum politheis (musrik, atau kafir)
·         Sistem kemasyarakatan mereka dalam bentuk kesukuan, klan, kabilah yang mudah dan selalu terjadi peperangan antar suku.
·         Sikap dan tabiat yang kejam, nemgis, ganas dan suasana kehidupan politik yang pennuh diliputi kekerasan
·         Ikatan kekuasaan yang sangat begitu kuat dikalangan bangsa Arab.
·         Kebudayaan bersifat jahili sangat mengakar.
Nabi Muhammad SAW memahami dan peka terhadapa kondisi sasaran dakwah Islam pada masa itu, sehingga beliau dalam menyebarkan atau mengomunikasikan risalah islam melalui beberapa tahap dengan mengguankan metode dan pendekatan dakwah yang sesuai dengan keadaan dan kondisi sasaran dakwah islam masa itu.[4]
B.     Tahap Dakwah Rosululloh
Rasulullah berdakwah dengan cara menyeru keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Percaya adanya Tuhan dan meninggalkan pemujaan berhala.
a. Pada fase ini ada beberapa orang yang dapat menerima seruan Muhammad, yaitu : isteri beliau, Ali Putera paman beliau, dan Zaid sahaya beliau. Amat erat, Abu Bakar pun segera iman kepada Nabi.
Banyak orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar. Mereka terkenal dengan nama “Assabiqunal Awwalun” (orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam). Mereka ialah Usman bin ‘Affan Zuber Ibnul Awwam, Sa’ad Ibnu Abi Waqqash, Abdur Rahman Ibnu ‘Auf, Thalhah Ibnu ‘Ubaidillah, Abu’Ubaidah Ibnu Jarrah, dan Al Arqam Ibnu Abil Arqam. Rumah Al Arqam Ibnu Abil Arqam dijadikan markas seruan kepada agama baru itu.

b.  Menyeru Bani Abdul
Menyeru Bani Abdul Muthalib, ini adalah fase yang kedua. Fase ini dimulai oleh Rasulullah sesudah Allah menurunkan firman-Nya yang artinya.
Artinya : “Beri ingatlah familimu yang dekat-dekat”. (QS. Asy-Syu’ara : 214)
Nabi menyeru Bani Abdul Mutthalib. Sesudah mereka berkumpul berkatalah Nabi : “Menurut yang saya ketahui belum pernah seorang pemuda membawa sesuatu untuk kaumnya yang lebih utama dari apa yang saya bawa untuk kamu. Saya bawa untuk kamu segala kebaikan dunia dan akhirat.
Perkataan Nabi ini disambut dengan baik dan dibenarkan oleh sebagian mereka, tetapi sebagian lagi mendustakannya. Abu Lahab paman Nabi sendiri sangat mendustakan : demikian juga istri Abu Lahab itu.[5]
Abu lahab berkata : “Celakalah engkau! Apa untuk inikah kami engkau panggil?”. Berkaitan dengan perilaku Abu Lahab ini Allah berfirman :
Artinya : Binasalah hendaknya kedua tangan Abu Lahab, dan binasalah Abu Lahab itu. Hartanya dan apa yang telah diusahakannya tidaklah membei faedah kepadanya. Dia akan dimasukkan ke dalam neraka yang bergejolak, begitu juga isterinya, pemikul kayu bakar itu. pada leher isterinya tali dari serat-serat.” (QS. Al-Lahab : 1-5)

C.      Rasulullah Saw SEBAGAI Shahibudda’wah
Ada beberapa tahapan dakeah Nabi Muhammad SAW sebagai da;i inti, dan para sahabatnya (sebagai da’i pendamping atas da’i inti) ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan metode dakwah bi al-hikmah dan metode aksi partisipatif sehingga tahapan-tahapan dakwah beliau berhasil mengislamkanhampir seluruh masyarakat Arab menjadi muslim dengan kata lain pada masa Naabi Muhammad SAW agama islam menyebar keseluruh semenanjung Arabia.
Dalam sejarah Islam, masa itu merupakan masa ekspensi, integrasi dan keemasan islam yang berlanjut hingga masa-masa sesudahnya selama periode klasik.
Sebagai pemimpin tinggi Nabi Muhammad SAW memberikan maklumat yang sangat religio-politis, antara lain :
1.      bagi segenap penduduk Madinah, baik muslim, ataupun yahudi dan musyrikin segala    urusan berada dalam kekuasaan nya, sehingga beliau yang hanya berhak dan berkewajiban menyelesaikan segala urusan dan perselisihan antar suku di Madinah,
2.      keharusn bergotong royong bagi segenap penduduk Madinah melawan musuh dari luar, sehingga penduduk Madinah tersusun dalam satu barisan di bawah Komando Nabi Muhammad SAW
3.      ditegaskan dengan pasti bahwa tidak diperbolehkan bagi musyrikin Madinah dan Yahudi membantu musyrikin Mekah dalam bentuk apapun, harta, tenaga ataupun jiwa dan kewajiban bagi kaum yahudi untuk membantu melatih perang selama kaum muslimin berperang.
4.      Keharusan orang kaya membantu dan membayar hutang orang miskin
5.      Mewajibkan memelihara kehormatan tetangga, keselamatan harta dan jiwa penduduk
6.      Kebebasan agama bagi penduduk
7.      Pekerjaan, keadilan, dalam arti kepastian pelaksanaan hukum bagian menyatakan bersalah didepan pengadilan tanpa memandang perbedaan antara siapapun.[6]
Sungguh pun beliau telah memiliki kekuatan dalam tataan sosial keagaama dan tatanan sosial politik dimadinah, namun beliau sebagai da’i yang ingin memeperluaskan risalah dakwah beliau, agar umat manusia mau melakukan konversi kepada Islam, maka beliau tidak menggunakan cara-cara dakwah kekerasan dalam artian “metode balas dendam”.
Akan tetapi beliau tetap menggunakan metode bi al-hikmah, sebab ketika rosul akan mengirimkan surat-surat kepada penduudk mekkah dalam rangka risalah Islam, beliau lebih dahulu mempertimbangan dengan kecakapan managerial, kecermatan yang sangat, ketajaman dan kejernihan pikiran dan perasaan, sehingga harus sesudah perjanjian budaibiah dan sebelum melakukan ekspansi futuhat atau semacam “penaklukan kota mekkah fath mekah”, rosul mengirimkan surat dalam rangka penyampaian risalah islam.

Upaya keras Nabi Muhammad SAW mengislam kan kepada pemduduk mekah tetap dengan semangat tinggi yang diiringi ilmu dan hikmah, ushuwah yang hasanah, tat sosial dan agama yang kairu ummah diatas pluralitas agama, suku dan budaya. Oleh sebab itu,pada tahun 7 H Tetcatat 15 kabilah masuk Islam setelah takhluknya kota mekah dan pengaruh Islam menyebar keseluruh semenanjung arabia. Bahkan pada tahun 9 H dikenal sebagai tahun deputasi karena banyaknya suku-suku dan kota arab mengutus deligasi kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan ketundukkan mereka danmenyatakan masuk islam.

Kondisi masyarakat mekah dan madinah dengan telah tunduknya mereka dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, maka kehidupan masyarakat semenanjung arabia pada umumnya dalam suasana aman, tiada gangguan, tentram, bahagia dan sejahtera, adil dan makmur persamaan dan persaudaraan serta persatuan didasarkan atas ikatan moralitas dan islaman, sehingga pada masa Nabi Muhammad SAW benar-benar dirasakan terwujudnya masyarakat khairu ummah. Dengan demikian wajar, jika Harun Nasutiom mengatakan, bahwa masa kemajuan Islam pertama yang babak barunya dibuka oleh nabi Muhammad SAW merupakan “ masa ekspansi, integrasi, dan keemasan islam.”[7]
Sebelum Rasulullah SAW wafat, saat-saat akhir perjalanan penyiaran islam sebagai rangkaian dakwah islam, rasul SAW bersama para sahabatnya melakukan ibadah Haji pada tanggal 25 Dzulka’dah tahun 10 H. (maret 632 M) Menurut catatan sejarah bahwa jamaah ahji pada tahun itu sebanyak 114.000 ini jumlah yang cukup banyak, pada saat kaum muslimin belum mencapai jutaan. Pada bulan dan tahun yang sama rasul SAW mengucapkan kutbah yang amat penting dan bersejarah dibukit Rahmah di arafah, dan kemudian dikenal dengan kutbah wadah atau haji wadah, dalam istilah sejarah dakwaah islam dikenal dengan tahapan dakawah wadah.
Faktor-faktor yang membawa keberhasilan dakwah Nabi Muhammas SAW dimasa Konversi pada Islam itu merupakan buah keberhasilan dakwah Islam Nabi Muhammad SAW, Dibawah ini diuraikan secara rinci antara lain :
1.             Nabi muhammad SAW memulai dakwah dan sebagai sentral dakwah.
2.             Nabi muhammad SAW memiliki dan memberikaan teladan yang baik atau uswatun hasanah
3.             Nabi Muhammad SAW menerapkan strategi, metode dan pendekatan dakwah dengan hikmah dan aksi partisipatif
4.             Kondisi dimekah merupakan rintangan dakwah yang sangat berat, tetapi kondisi demikian semakin mendorong rasul dan sahabat-sahabatnya untuk semakin melakukan langkah-langkah yang strategis, dan kerjasama yang mampu mewujudkan terbentuknya organisasi dakwah dan ikatan sosial yang mendukung keberhasilan pelaksanaan dakwah.
5.             Kondisi dimadinah berbeda dengan di mekah sehingga nabi muhammad dan sahabatnya melakukan langkah-langkah dan tahapan, metode dan pendekatan yang berbeda dimadinah dengan di mekah, diataranya dilahirnya ba’iat aqabah, dan manifesto politik islami yang jelma dalam berdirinya Negara ummah Madinah.[8]

Berdasarkan faktor-faktor keberhasilan dakwah islam pada masa rasul, lalu “masa dakwah rasul SAW” dalam dunia dakwah dipandang sebagai “masa ideal dakwah islam” walaupun\ belum menunjukkan bentuk “kesempurnaan dakwah islam” untuk masa selanjutnya.begitu pula, figur da’i seperti nabi Muhammad SAW dipandang sebagai da’i ideal dalam dunia dakwah, walaupun nabi muhammad saw belum sebagai “final figur seorang da’i” bahwa mad’u pada masa rasul dipandang pula sebagai “mad’u ideal” dlam menerima pesan islam.

D.      Analisa Sejarah
Dari segi analisa sejarah dakwah pada masa rosululloh dengan masa sekarang di lihat dari segi tranpotasi dengan dan tempat adalah sebagai berikut :
1. Tranportasi
Dari segi transportasi tidak ada satupun teknologi canggih yang membantu Beliau dalam menyiarkan dakwah, unta merupakan salah satu alat transportasi yang biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari, dan juga membantu dalam penyebaran dakwah. Namun, dalam berdakwah sahabat tidak selalu menggunakan unta, karena ada pula yang berjalan kaki. Alhasil, semua dapat dicapai, karena dengan gigihnya Rasulullah dan sahabat menyuarakan kebenaran Islam, sehingga perlahan-lahan masyarakat Arab berbondong-bondong masuk Islam. Namun, pada masa skarang ini hampir setiap pagi kita bangun tidur mendengar berita penemuan-penemuan baru di berbagai bidang kehidupan, contohnya mobil. Dengan adanya alat transportasi ini maka akan mempermudah kita melakukan berbagai kegiatan khususnya dakwah. Namun, sangat disayangkan kecanggihan teknologi di masa modern ini membawa umat Islam terlena ke arah yang negatif, dalam arti lebih menghambakan materi. Akhirnya dakwah yang mereka jalankan tidak berjalan secara efektif dan efisien.
2. Tempat (Bangunan dan Jarak)

Di masa Rasulullah, Madinah dijadikan sebagai model atau prototipe masyarakat berperadaban Islam, dan Mesjid Nabawi sebagai pusatnya. Lewat mesjid beliau membangun kultur masyarakat baru dan selalu mendorong pengikutnya untuk maju, meningkatkan kehidupan mereka dan mengeluarkan kehidupan dari kegelapan kepada cahaya, mengubah sifat yang keras dan bodoh menjadi berdisiplin dan beradab. Rasulullah sering mengunjungi para sahabatnya dari rumah ke rumah untuk menyampaikan Risalah Beliau dalam bentuk halaqah-halaqah atau kelompok-kelompok kecil. Jarak yang selalu ditempuh Rasulullah mana kala berdakwah letaknya lebih jauh dibandingkan dengan kita yang berdakwah pada saat ini, begitu pula tempat yang kita gunakan lebih memprioritaskan pada fasilitas-fasilitas modern sehingga sudah tidak menggunakan mesjid sebagai tempat pendidikan dalam berdakwah.
BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Upaya keras Nabi Muhammad SAW mengislam kan kepada pemduduk mekah tetap dengan semangat tinggi yang diiringi ilmu dan hikmah, ushuwah yang hasanah, tat sosial dan agama yang kairu ummah diatas pluralitas agama, suku dan budaya.
Nabi Muhammad SAW memahami dan peka terhadapa kondisi sasaran dakwah Islam pada masa itu, sehingga beliau dalam menyebarkan atau mengomunikasikan risalah islam melalui beberapa tahap dengan mengguankan metode dan pendekatan dakwah yang sesuai dengan keadaan dan kondisi sasaran dakwah islam masa itu.

B.       Saran
Dengan kita mengetahui sejarah dakwah nabi Muhammad SAW, kita dapat mengetahu kondisi islam pada masa Rasulullah SAW.














DAFTAR PUSTAKA

Abdul Syukur, M.Ag. Sejarah Dakwah Didunia Islam, Bandar Lampung, Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan,2010
Abdurrahman Dudung et,al sejarah peradaban Islam dari Masa Klasik hingga modern, (yogyakart:Fak. Adab.2002)
Thomas W. Arnold, The Preaching Of Islam (sejarah Dakwah Islam), pentj. A. Nawawi Rambe, Jakarta:Wijaya,1985
Ibrahim, Sejarah Peradaban Islam, Bandar Lampung:2013
Ahmad Syabali, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta: Bulan Bointang
A. Hajmy, Dustur Dakwah Menurut Al-Qur’an, Jakarta: Bulan Bintang, tth.
Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: UI Press,1986, Jilid II
http://pekerjaanrumah8.blogspot.com/2012/12/makalah-dakwah-rasulullah-periode-mekkah.html



[1] Lihat M.Natsir, Fiqhud Da’wah, ( Jakarta:DDII,1987), Cet.IV,hal.25
[2] Thomas W. Arnol, The Preaching of islam (Sejarah Dakwah Islam),pentj. A. Nawawi Rambe, (jakarta: Wijaya, 1985),hal.1
[3] Abdul Syukur, Sejarah Dakwah Di Dunia Islam, (Bandar Lampung 2010), hal 21
[4] Thomas W.Arnold, The Preaching of Islam,hal 5-22
[5] http://pekerjaanrumah8.blogspot.com/2012/12/makalah-dakwah-rasulullah-periode-mekkah.html
[6]  A.Hajmy,DusturDakwah Menurut Al-qur’a, hal 312-3;Amrullah Ahmad,Op.Cit.,hal.71;dan Arnold,Op.Cit,.hal.23-4
[7]  Harun nasution, Islam Ditinjau, Jilid II, hal.56
[8] A.Hasjmy,Op.Cit,.Hal.319-320


Tidak ada komentar:

Posting Komentar