Tugas Kelompok
1
DAKWAH PADA MASA RASULULLAH
Makalah ini di susun untuk melengkapi tugas matakuliah
Sejarah Dakwah
Di Susun oleh :
Agung Prasetiyo (1341010067)
Ade Fenalita ( 1341010070)
Aditiya Tri Inayati (1341010044)
Dosen Pembimbing : Dr. Abdul Syukur, M.Ag.
Jur/Smtr/Kls : Komunikasi Dan Penyiaran Islam/II/A
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) RADEN INTAN
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’ alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulullahi Rabbil ’ Alamin Washshalatu Wassalamu ‘ Ala Asyarafil Anbiya Wal’ ala Alihi Washahbuhi Ajma’ in, Amma Ba’ du.
Segala
puji hanya milik Alloh SWT, yang telah memberi banyak karunia dan nikmat-NYA,
solawat beriring salam senantiasa kita sanjungkan pada junjungan kita yakni
nabibana wanabiyana Muhammad SAW, yang memberi dampak perubahan pada
kemaslahatan umat Islam.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada dosen dan teman-teman yang mendukung,
mengarahkan, dan memberi motivasi hingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata Sejarah Dakwah
dengan judul makalah Dakwah Pada Masa Rasulullah.
Demikian
pengantar singkat penulis , semoga apa yang di sampaikan dalam makalah ini bermanfaat bagi kita semua yang
mempelajarinya. Amiin......
Wallahul Muwafieq Illa
Aqwamith Thorieq
Bandar Lampung
26 Maret 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Cover ................................................................................................................... 1
Kata Pengantar .................................................................................................. 2
Daftar Isi ............................................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan
A.
Latar Belakang ......................................................................................... 4
B.
Rumusan Masah ....................................................................................... 5
C.
Tujuan ....................................................................................................... 5
D.
Metode / Pendekatan ............................................................................... 5
Bab II Pembahasan
A.
Kondisi Masyarakat ................................................................................. 6
B.
Tahap Dakwah Rosululloh ....................................................................... 6
C.
Rasulullah Saw
SEBAGAI Shahibudda’wah...........................................
7
D.
Analisis Sejarah ........................................................................................ 11
Bab III Penutup
A.
Kesimpulan ............................................................................................... 12
B.
Saran ......................................................................................................... 12
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Islam yang bersumber
pada Al-Qur’an dan Hadis, adalah agama dakwah.[1] Yang dimaksud agama
dakwah, kata Max Muller, agama yang di dalamnya usaha menyebarluaskan kebenaran
dan mengajak orang – orang yang belum mempercayainya di anggap sebagai tugass
suci oleh pendirinya atau oleh para pengantinya. Semangat memperjuangkan
kebenaran itulah yang tak kujung padam dari jiwa para penganutnya sehingga
kebenaran itu terwujud dalam fikiran, kata-kata, dan perbuatan, semangat yang
membuat mereka sangat tidak puas sampai berhasil menanamkan nilai kebenran itu
ke dalam jiwa setiap orang, sehingga apa yang di yakini sebagai kebenaran di
terima oleh seluruh manusia.[2]
Perkembangan
Islam pada masa Nabi Muhammad SAW melalui berbagai macam cobaan dan tantangan
yang dihadap untuk menyebarkannya. Islam berkembang dengan pesat hampir
semua lapisan masyarakat dipegang dan dikendalikan oleh Islam. Hal itu tentunya
tidak terlepas dari para pejuang yang sangat gigih dalam mempertahankan dan
juga dalam menyebarkan Islam sebagai agama Tauhid yang diridhoi. Perkembangan
Islam pada zaman inilah merupakan titik tolak perubahan peradaban kearah yang
lebih maju. Maka tidak heran para sejarawan mencatat bahwa Islam pada zaman
Nabi Muhammad SAW merupakan Islam yang luar biasa pengaruhnya. Mekkah
merupakan tempat pertama yang di dakwah oleh Rasulullah. Adapun ciri-ciri
masyarakat Mekkah ketika itu adalah:
1. Menyembah
berhala.
2. Membunuh dan
berperang serta berzina selain itu mereka juga senang mengubur anak perempuan
hidup-hidup karena pada masa itu melekat sebuah anggapan bahwa mempunyai anak
perempuan merupakan sebuah kehinaan yang mendalam.
3. Persaingan
antara keturunan atau kaum ataupun klan-klan yang ada pada saat itu sangat
berpengaruh, terutama pada kaum Quraisy dimana saat itu mereka sangat
berpengaruh dan mempunyai kekusaan. Sehingga kaum Qurai sangat enggan tunduk
kepada nabi Muhammad SAW yang secara garis keturunan berasal dari kaum Abdul
Muthalib, karena takut akan kehilangan kekuasaan dan kedudukan.
4. Taklid kepada nenek moyang,
orang-orang di Mekkah sangat kuat memegang teguh kepercayaan nenek moyang
mereka. Tradisi tersebut dianggap hal yang mutlak serta membawa keberuntungan
dan sangat sulit untuk ditinggalkan.
5. Membuat
ataupun memahat patung adalah salah satu sumber ekonomi masyarakat mekkah saat
itu disamping berdagang.
B. Rumusan
Masalah
1.
Bagai Mana Dakwah Pada Masa Rasulullah...?
2.
Bagai Mana Kondisi Masyarakat Pada Masa Dakwah
Rasulullah...?
C. Tujuan
1.
Agar Penulis Dapat Mengetahuai Perkembangan Dakwah Pada Masa
Rasululloh
2.
Untuk Mengetahui Unsur Unsur Dakwah Pada Masa Rasulullah
D. Metode /
Pendekatan
Metode penelitian ini menggunakan metode :
a.
Metode Kepustakaan Dengan menggunakan
metode ini penulis mencari bahan yang berhubungan dengan dakwah pada masa
rasululloh.
BAB II
PEMBAHASAN
Dakwah
pada masa Nabi Muhammad SAW (611-632 M) Dan sejak nabi muhammad SAW Ibn’Abd
Allah memperoleh wahyu dari Allah SWT Melalui Malaikat Jibril itulah Nabi
Muhammad SAW mengemban risalah Islam yang harus disampaikan pada dirinya
sendiri, lalu keluarganya, kerabat dekatnya, kelompok dan masyarakat luas di
Mekkah hingga beliau pengikutnya hijrah ke Madinah. Ini menunjukkan bahwa sejak
awal lahir sebagai agama dakwah, baik dalam tataran teoritis ataupun praktis.
Nabi Muhammad SAW sendiri bertindak sebagai juru dakwah (pemimpin dakwah islam)
yang di tugasi menyebarkan risalah Islam kepada masyarakat Mekkah dan Madinah
(Arab) pada Masa itu[3].
A. Kondisi Mayarakat Arab
Kondisi
sosial sasaran dakwah dalam masyarakat Arab sat itu antara lain :
·
Masyarakat
menganut agama paganisme, Yahudi, Nasrani yang sudah tergolong sebagai kaum
politheis (musrik, atau kafir)
·
Sistem
kemasyarakatan mereka dalam bentuk kesukuan, klan, kabilah yang mudah dan
selalu terjadi peperangan antar suku.
·
Sikap dan tabiat
yang kejam, nemgis, ganas dan suasana kehidupan politik yang pennuh diliputi
kekerasan
·
Ikatan kekuasaan
yang sangat begitu kuat dikalangan bangsa Arab.
·
Kebudayaan
bersifat jahili sangat mengakar.
Nabi
Muhammad SAW memahami dan peka terhadapa kondisi sasaran dakwah Islam pada masa
itu, sehingga beliau dalam menyebarkan atau mengomunikasikan risalah islam
melalui beberapa tahap dengan mengguankan metode dan pendekatan dakwah yang
sesuai dengan keadaan dan kondisi sasaran dakwah islam masa itu.[4]
B.
Tahap Dakwah Rosululloh
Rasulullah berdakwah dengan cara
menyeru keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Percaya adanya
Tuhan dan meninggalkan pemujaan berhala.
a. Pada fase
ini ada beberapa orang yang dapat menerima seruan Muhammad, yaitu : isteri
beliau, Ali Putera paman beliau, dan Zaid sahaya beliau. Amat erat, Abu Bakar
pun segera iman kepada Nabi.
Banyak orang yang masuk Islam dengan
perantaraan Abu Bakar. Mereka terkenal dengan nama “Assabiqunal Awwalun”
(orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam). Mereka ialah Usman bin ‘Affan
Zuber Ibnul Awwam, Sa’ad Ibnu Abi Waqqash, Abdur Rahman Ibnu ‘Auf, Thalhah Ibnu
‘Ubaidillah, Abu’Ubaidah Ibnu Jarrah, dan Al Arqam Ibnu Abil Arqam. Rumah Al
Arqam Ibnu Abil Arqam dijadikan markas seruan kepada agama baru itu.
b. Menyeru Bani Abdul
Menyeru Bani Abdul Muthalib, ini adalah fase yang
kedua. Fase ini dimulai oleh Rasulullah sesudah Allah menurunkan firman-Nya
yang artinya.
Artinya : “Beri ingatlah familimu yang dekat-dekat”.
(QS. Asy-Syu’ara : 214)
Nabi menyeru Bani Abdul Mutthalib. Sesudah mereka
berkumpul berkatalah Nabi : “Menurut yang saya ketahui belum pernah seorang
pemuda membawa sesuatu untuk kaumnya yang lebih utama dari apa yang saya bawa
untuk kamu. Saya bawa untuk kamu segala kebaikan dunia dan akhirat.
Perkataan Nabi ini disambut dengan baik dan dibenarkan
oleh sebagian mereka, tetapi sebagian lagi mendustakannya. Abu Lahab paman Nabi
sendiri sangat mendustakan : demikian juga istri Abu Lahab itu.[5]
Abu lahab berkata : “Celakalah engkau! Apa untuk
inikah kami engkau panggil?”. Berkaitan dengan perilaku Abu Lahab ini Allah
berfirman :
Artinya : Binasalah hendaknya kedua tangan Abu Lahab,
dan binasalah Abu Lahab itu. Hartanya dan apa yang telah diusahakannya tidaklah
membei faedah kepadanya. Dia akan dimasukkan ke dalam neraka yang bergejolak,
begitu juga isterinya, pemikul kayu bakar itu. pada leher isterinya tali dari
serat-serat.” (QS. Al-Lahab : 1-5)
C. Rasulullah Saw SEBAGAI Shahibudda’wah
Ada
beberapa tahapan dakeah Nabi Muhammad SAW sebagai da;i inti, dan para
sahabatnya (sebagai da’i pendamping atas da’i inti) ini menunjukkan bahwa Nabi
Muhammad SAW merupakan metode dakwah bi al-hikmah dan metode aksi partisipatif
sehingga tahapan-tahapan dakwah beliau berhasil mengislamkanhampir seluruh
masyarakat Arab menjadi muslim dengan kata lain pada masa Naabi Muhammad SAW
agama islam menyebar keseluruh semenanjung Arabia.
Dalam
sejarah Islam, masa itu merupakan masa ekspensi, integrasi dan keemasan islam
yang berlanjut hingga masa-masa sesudahnya selama periode klasik.
Sebagai
pemimpin tinggi Nabi Muhammad SAW memberikan maklumat yang sangat
religio-politis, antara lain :
1. bagi
segenap penduduk Madinah, baik muslim, ataupun yahudi dan musyrikin segala urusan berada dalam kekuasaan nya, sehingga
beliau yang hanya berhak dan berkewajiban menyelesaikan segala urusan dan
perselisihan antar suku di Madinah,
2. keharusn
bergotong royong bagi segenap penduduk Madinah melawan musuh dari luar,
sehingga penduduk Madinah tersusun dalam satu barisan di bawah Komando Nabi
Muhammad SAW
3. ditegaskan
dengan pasti bahwa tidak diperbolehkan bagi musyrikin Madinah dan Yahudi
membantu musyrikin Mekah dalam bentuk apapun, harta, tenaga ataupun jiwa dan
kewajiban bagi kaum yahudi untuk membantu melatih perang selama kaum muslimin
berperang.
4. Keharusan
orang kaya membantu dan membayar hutang orang miskin
5. Mewajibkan
memelihara kehormatan tetangga, keselamatan harta dan jiwa penduduk
6. Kebebasan
agama bagi penduduk
7. Pekerjaan,
keadilan, dalam arti kepastian pelaksanaan hukum bagian menyatakan bersalah
didepan pengadilan tanpa memandang perbedaan antara siapapun.[6]
Sungguh
pun beliau telah memiliki kekuatan dalam tataan sosial keagaama dan tatanan
sosial politik dimadinah, namun beliau sebagai da’i yang ingin memeperluaskan
risalah dakwah beliau, agar umat manusia mau melakukan konversi kepada Islam,
maka beliau tidak menggunakan cara-cara dakwah kekerasan dalam artian “metode
balas dendam”.
Akan
tetapi beliau tetap menggunakan metode bi al-hikmah, sebab ketika rosul akan
mengirimkan surat-surat kepada penduudk mekkah dalam rangka risalah Islam,
beliau lebih dahulu mempertimbangan dengan kecakapan managerial, kecermatan
yang sangat, ketajaman dan kejernihan pikiran dan perasaan, sehingga harus
sesudah perjanjian budaibiah dan sebelum melakukan ekspansi futuhat atau
semacam “penaklukan kota mekkah fath mekah”, rosul mengirimkan surat dalam
rangka penyampaian risalah islam.
Upaya
keras Nabi Muhammad SAW mengislam kan kepada pemduduk mekah tetap dengan
semangat tinggi yang diiringi ilmu dan hikmah, ushuwah yang hasanah, tat sosial
dan agama yang kairu ummah diatas pluralitas agama, suku dan budaya. Oleh sebab
itu,pada tahun 7 H Tetcatat 15 kabilah masuk Islam setelah takhluknya kota
mekah dan pengaruh Islam menyebar keseluruh semenanjung arabia. Bahkan pada
tahun 9 H dikenal sebagai tahun deputasi karena banyaknya suku-suku dan kota
arab mengutus deligasi kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan ketundukkan
mereka danmenyatakan masuk islam.
Kondisi
masyarakat mekah dan madinah dengan telah tunduknya mereka dibawah kepemimpinan
Nabi Muhammad SAW, maka kehidupan masyarakat semenanjung arabia pada umumnya
dalam suasana aman, tiada gangguan, tentram, bahagia dan sejahtera, adil dan
makmur persamaan dan persaudaraan serta persatuan didasarkan atas ikatan
moralitas dan islaman, sehingga pada masa Nabi Muhammad SAW benar-benar
dirasakan terwujudnya masyarakat khairu ummah. Dengan demikian wajar, jika
Harun Nasutiom mengatakan, bahwa masa kemajuan Islam pertama yang babak barunya
dibuka oleh nabi Muhammad SAW merupakan “ masa ekspansi, integrasi, dan
keemasan islam.”[7]
Sebelum
Rasulullah SAW wafat, saat-saat akhir perjalanan penyiaran islam sebagai
rangkaian dakwah islam, rasul SAW bersama para sahabatnya melakukan ibadah Haji
pada tanggal 25 Dzulka’dah tahun 10 H. (maret 632 M) Menurut catatan sejarah
bahwa jamaah ahji pada tahun itu sebanyak 114.000 ini jumlah yang cukup banyak,
pada saat kaum muslimin belum mencapai jutaan. Pada bulan dan tahun yang sama
rasul SAW mengucapkan kutbah yang amat penting dan bersejarah dibukit Rahmah di
arafah, dan kemudian dikenal dengan kutbah wadah atau haji wadah, dalam istilah
sejarah dakwaah islam dikenal dengan tahapan dakawah wadah.
Faktor-faktor
yang membawa keberhasilan dakwah Nabi Muhammas SAW dimasa Konversi pada Islam
itu merupakan buah keberhasilan dakwah Islam Nabi Muhammad SAW, Dibawah ini
diuraikan secara rinci antara lain :
1.
Nabi muhammad
SAW memulai dakwah dan sebagai sentral dakwah.
2.
Nabi muhammad
SAW memiliki dan memberikaan teladan yang baik atau uswatun hasanah
3.
Nabi Muhammad
SAW menerapkan strategi, metode dan pendekatan dakwah dengan hikmah dan aksi
partisipatif
4.
Kondisi dimekah
merupakan rintangan dakwah yang sangat berat, tetapi kondisi demikian semakin
mendorong rasul dan sahabat-sahabatnya untuk semakin melakukan langkah-langkah
yang strategis, dan kerjasama yang mampu mewujudkan terbentuknya organisasi
dakwah dan ikatan sosial yang mendukung keberhasilan pelaksanaan dakwah.
5.
Kondisi
dimadinah berbeda dengan di mekah sehingga nabi muhammad dan sahabatnya
melakukan langkah-langkah dan tahapan, metode dan pendekatan yang berbeda
dimadinah dengan di mekah, diataranya dilahirnya ba’iat aqabah, dan manifesto
politik islami yang jelma dalam berdirinya Negara ummah Madinah.[8]
Berdasarkan
faktor-faktor keberhasilan dakwah islam pada masa rasul, lalu “masa dakwah
rasul SAW” dalam dunia dakwah dipandang sebagai “masa ideal dakwah islam”
walaupun\ belum menunjukkan bentuk “kesempurnaan dakwah islam” untuk masa
selanjutnya.begitu pula, figur da’i seperti nabi Muhammad SAW dipandang sebagai
da’i ideal dalam dunia dakwah, walaupun nabi muhammad saw belum sebagai “final
figur seorang da’i” bahwa mad’u pada masa rasul dipandang pula sebagai “mad’u
ideal” dlam menerima pesan islam.
D. Analisa Sejarah
Dari
segi analisa sejarah dakwah pada masa rosululloh dengan masa sekarang di lihat
dari segi tranpotasi dengan dan tempat adalah sebagai berikut :
1. Tranportasi
Dari segi transportasi tidak ada
satupun teknologi canggih yang membantu Beliau dalam menyiarkan dakwah, unta
merupakan salah satu alat transportasi yang biasa digunakan dalam kegiatan
sehari-hari, dan juga membantu dalam penyebaran dakwah. Namun, dalam berdakwah
sahabat tidak selalu menggunakan unta, karena ada pula yang berjalan kaki.
Alhasil, semua dapat dicapai, karena dengan gigihnya Rasulullah dan sahabat
menyuarakan kebenaran Islam, sehingga perlahan-lahan masyarakat Arab berbondong-bondong
masuk Islam. Namun, pada masa skarang ini hampir setiap pagi kita bangun tidur
mendengar berita penemuan-penemuan baru di berbagai bidang kehidupan, contohnya
mobil. Dengan adanya alat transportasi ini maka akan mempermudah kita melakukan
berbagai kegiatan khususnya dakwah. Namun, sangat disayangkan kecanggihan
teknologi di masa modern ini membawa umat Islam terlena ke arah yang negatif,
dalam arti lebih menghambakan materi. Akhirnya dakwah yang mereka jalankan
tidak berjalan secara efektif dan efisien.
2. Tempat
(Bangunan dan Jarak)
Di masa Rasulullah, Madinah dijadikan sebagai model atau prototipe masyarakat berperadaban Islam, dan Mesjid Nabawi sebagai pusatnya. Lewat mesjid beliau membangun kultur masyarakat baru dan selalu mendorong pengikutnya untuk maju, meningkatkan kehidupan mereka dan mengeluarkan kehidupan dari kegelapan kepada cahaya, mengubah sifat yang keras dan bodoh menjadi berdisiplin dan beradab. Rasulullah sering mengunjungi para sahabatnya dari rumah ke rumah untuk menyampaikan Risalah Beliau dalam bentuk halaqah-halaqah atau kelompok-kelompok kecil. Jarak yang selalu ditempuh Rasulullah mana kala berdakwah letaknya lebih jauh dibandingkan dengan kita yang berdakwah pada saat ini, begitu pula tempat yang kita gunakan lebih memprioritaskan pada fasilitas-fasilitas modern sehingga sudah tidak menggunakan mesjid sebagai tempat pendidikan dalam berdakwah.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Upaya
keras Nabi Muhammad SAW mengislam kan kepada pemduduk mekah tetap dengan
semangat tinggi yang diiringi ilmu dan hikmah, ushuwah yang hasanah, tat sosial
dan agama yang kairu ummah diatas pluralitas agama, suku dan budaya.
Nabi
Muhammad SAW memahami dan peka terhadapa kondisi sasaran dakwah Islam pada masa
itu, sehingga beliau dalam menyebarkan atau mengomunikasikan risalah islam
melalui beberapa tahap dengan mengguankan metode dan pendekatan dakwah yang
sesuai dengan keadaan dan kondisi sasaran dakwah islam masa itu.
B. Saran
Dengan kita mengetahui sejarah dakwah
nabi Muhammad SAW, kita dapat mengetahu kondisi islam pada masa Rasulullah SAW.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Syukur, M.Ag. Sejarah Dakwah Didunia Islam, Bandar
Lampung, Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan,2010
Abdurrahman Dudung
et,al sejarah peradaban Islam dari Masa
Klasik hingga modern, (yogyakart:Fak. Adab.2002)
Thomas W. Arnold, The
Preaching Of Islam (sejarah Dakwah Islam), pentj. A. Nawawi Rambe,
Jakarta:Wijaya,1985
Ibrahim, Sejarah
Peradaban Islam, Bandar Lampung:2013
Ahmad Syabali, Sejarah
Kebudayaan Islam, Jakarta: Bulan Bointang
A. Hajmy, Dustur
Dakwah Menurut Al-Qur’an, Jakarta: Bulan Bintang, tth.
Harun Nasution,
Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: UI Press,1986, Jilid II
http://pekerjaanrumah8.blogspot.com/2012/12/makalah-dakwah-rasulullah-periode-mekkah.html
[1] Lihat M.Natsir,
Fiqhud Da’wah, ( Jakarta:DDII,1987), Cet.IV,hal.25
[2] Thomas W.
Arnol, The Preaching of islam (Sejarah Dakwah Islam),pentj. A. Nawawi
Rambe, (jakarta: Wijaya, 1985),hal.1
[3] Abdul Syukur, Sejarah
Dakwah Di Dunia Islam, (Bandar Lampung 2010), hal 21
[4] Thomas W.Arnold, The Preaching
of Islam,hal 5-22
[5] http://pekerjaanrumah8.blogspot.com/2012/12/makalah-dakwah-rasulullah-periode-mekkah.html
[6]
A.Hajmy,DusturDakwah Menurut Al-qur’a, hal 312-3;Amrullah
Ahmad,Op.Cit.,hal.71;dan Arnold,Op.Cit,.hal.23-4
[7]
Harun nasution, Islam Ditinjau, Jilid II, hal.56
[8] A.Hasjmy,Op.Cit,.Hal.319-320
Tidak ada komentar:
Posting Komentar